“ Hari-hari yang telah berlalu mengajarkan kita pengalaman hidup, hari ini merupakan tantangan hidup, dan hari esok adalah pemacu semangat untu hidup lebih baik”
Mungkin sering kita merasa bahwa hidup ini tak berarti, melihat kondisi hidup kita yang pas-pasan, tak memiliki prestasi, jangankan untuk membantu orang lain, membantu diri sendiri pun terasa berat. Akhirnya kita merasa rendah diri atau bahkan mengubur semangat kita untuk terus berjuang dalam hidup ini.
Sahabat, ketika memang kita semua merasa dalam kondisi seperti itu, mungkin beberapa hal berikut patut kita renungkan kembali:
1. Ingatlah sahabat, kita adalah makhluk-makhluk terpilih. Dari sekian juta sel sperma yang berusaha bersatu dengan sel telur hanya satu yang kemudian sukses membuahi sel telur. Itulah kita, sahabat. Dari awalnya kita adalah makhluk yang berprestasi, maka harusnya kita bisa berprestasi.
2. Sesungguhnya Allah menjadikan kehidupan ini sebagai ujian, siapakah amal yang terbaik. Ujian kehidupan bisa berupa kenikmatan maupun kesulitan. Kenikmatan disikapi dengan syukur dan kesulitan disikapi dengan kesabaran. Hal tersebut sebagaiana tuntunan dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallaam, Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)
Maka, kesadaran bahwa kesuksesan hidup kita idak mutlak dilihat dari bergelimangnya harta ataupun kenikmatan lain. Tapi yang harus dipahami adalah, bahwa juga islam menuntun kita untuk menjadi manusia-manusia yang kuat, baik dalam perspektif ukhrawi maupun dunyawi, sebagaimana dalam hadist nabi Shallallaahu alaihi wasallaam, Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. HR. Muslim
3. Hendaknya kita memahami bahwa ada hukum sunnatullah yang berlaku dalam kehidupan kita. Bahwa mereka yang berusaha adalah mereka yang mendapatkan hasilnya. Maka sahabat, kita dituntut untuk terus berusaha.
Hari ini, tuntutan hidup semakin menguat dan fitnahpun semakin mengepung hidup kita sehingga sahabat saatnya kita bangun, menguatkan iman kita, meluaskan ilmu kita serta menampilkan pribadi kita sebagai muslim yang berakhlakul karimah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar